Seminar internasioanl Tentang Belajar di Era New Normal

Apakah kita pernah bertanya-tanya tentang perubahan sistem edukasi di era new normal? Saat banyak sekali sekolah membatasi pekerjaan pembelajaran tatap muka, kita mungkin cemas akan keberlangsungan edukasi anak-anak Anda. Namun, apakah sebetulnya tantangan-tantangan yang muncul? Akankah hal-hal baru tersebut susah untuk dihadapi?

Berbicara mengenai new normal, era ini adalah sebuah babak baru di dunia yang mempengaruhi sekian banyak  sektor di dunia, tergolong di antaranya ialah pendidikan. Pendidikan adalah salah satu urusan krusial. Dalam new normal, mungkin pekerjaan pembelajaran tradisional bakal dibatasi, dan hadir kekhawatiran mengenai efektivitas pekerjaan belajar dengan model yang baru ini.  Untuk menambah wawasan kamu bisa mengikuti seminar internasional scopus yang diadakan oleh Universitas Kirsten Indonesia pada 9 Desember 2020. Menghadapi kendala tersebut, inilah 4 hal urgen yang mesti diacuhkan dalam sektor edukasi saat kita menginjak era new normal, serta bagaimana teknik menghadapinya:

Munculnya Beragam Jenis Pembelajaran Model Baru

Sepuluh tahun yang lalu, belajar online atau daring barangkali bukan sebuah hal yang tidak sedikit dilakukan oleh tidak sedikit orang. Namun, dalam satu tahun belakangan ini, cara belajar online menjadi pilihan yang populer untuk digunakan sebagai pengganti pembelajaran tatap muka secara langsung.

‘Belajar online’ sendiri adalah istilah yang bisa mencakup sekian banyak  macam jenis model pembelajaran. Model- model itu bisa berbentuk penataran daring yang interaktif, melampaui program alat sosial, sampai catatan di web ataupun web bimbingan. Walaupun sedemikian itu, bagi penjelasan dari riset, penataran lihat wajah ataupun interaktif senantiasa jadi bentuk yang amat efisien karena terjalin komunikasi antara guru serta ruang berlatih yang diajar. Karenanya, tetaplah memilah penataran daring yang menawarkan elastisitas dalam komunikasi antara guru serta anak didik.

Apakah berlatih online adalah satu- satunya bentuk penataran terkini yang dapat diharapkan pada masa new wajar? Memang terdapat sejumlah metode beda yang dapat diaplikasikan, misalnya melewati media televisi atau radio. Namun, untuk ketika ini pembelajaran online hanyalah satu-satunya cara yang bisa menawarkan pekerjaan belajar-mengajar secara interaktif. Untuk sejumlah waktu ke depan, tampaknya belajar online tetap bakal menjadi cara yang paling dapat Anda andalkan.

  1. Kompetensi Guru Diuji

Dalam cara pembelajaran yang baru, di antara hal yang barangkali menjadi kendala utama ialah mengenai tenaga pengajar. Berbeda dengan ruang belajar tatap muka secara langsung ketika sang pengajar bisa secara langsung menyaksikan murid-muridnya, dalam pembelajaran online di era new normal, guru melulu dapat menyaksikan mereka dari balik layar kaca. Dibutuhkan usaha guna meyakinkan bahwa seluruh murid dapat menyimak pelajaran dengan baik. Pada ketika itulah, kompetensi seorang guru diuji.

Tidak melulu dalam proses belajar mengajar, seorang guru bahkan dituntut guna dapat memahami teknologi-teknologi baru yang bisa mendukung pekerjaan mengajar mereka secara daring. Mereka pun tetap mesti meyakinkan siswa dan wali siswa bahwa pekerjaan belajar melatih tetap dapat dilaksanakan dengan normal. Di samping itu, guru juga diinginkan dapat menjaga kegiatan belajar melatih untuk menjadi lebih mengasyikkan dan sarat interaksi. Hal ini bisa mengobati kecintaan anak-anak terhadap pembelajaran tatap muka secara langsung, serta membuat ruang belajar menjadi lebih hidup.

2. Badan Pembelajaran Wajib Bisa Menjamin Keamanan serta Kenyamanan Anak didik dalam Cara Berlatih Membimbing

Penggunaan platform atau media digital guna konferensi lewat video, atau bahkan software berbasis teks, menjadi pilihan kesayangan dari tidak sedikit lembaga pendidikan. Namun, apakah kemudian kecanggihan ini menjamin ketenteraman dan kenyaman dari semua murid ketika proses belajar mengajar?

Saat seluruh informasi diantarkan melalui Internet, lembaga edukasi harus memastikan bahwa data semua murid mesti aman dan terjaga. Di samping dari ancaman privasi data, lingkungan untuk semua siswa yang bisa menjamin ketenteraman mereka baik dari cyber bullying sampai informasi pribadi. Lembaga edukasi harus memiliki solusi untuk memastikan bahwa semua murid tetap dapat dapat mengikuti latihan tanpa rasa khawatir.

3. Berartinya Komunikasi antara Anak didik, Orang tua Anak didik serta Guru

Karena pekerjaan tatap muka secara langsung sekarang dibatasi, maka lembaga edukasi harus mempunyai teknik untuk menggelar komunikasi antara kita sebagai wali siswa dan semua pengajar. Pada era new normal, wali siswa akan menguras lebih tidak sedikit waktu mereka dengan anak-anaknya, dan menemani mereka ketika belajar daring. Karena itulah, lembaga edukasi harus dapat menyerahkan perhatian lebih untuk wali murid, dan menyerahkan kabar tentang perkembangan murid-murid untuk orang tua.

Saat belajar daring, tidak melulu antara guru dan murid, komunikasi antar orang tua dan anak menjadi satu urusan yang penting. Dalam satu penelitian, terbukti bahwa anak-anak bakal lebih konsentrasi dalam belajar saat ada seseorang yang mendampingi mereka. Karenanya, peran kita sebagai orang tua ialah unsur utama dalam edukasi new normal.

Hubungi Kami:

fkipuki.org

[email protected]

+021-8092425

Leave a Comment