Cara Memeriksa Body Harnes Yang Benar

Tali pengaman ialah bentuk perlengkapan pelindung yang dirancang untuk mengayomi seseorang, hewan, atau benda dari cedera atau kerusakan. Harnes ialah lampiran antara benda yang diam dan tidak bergerak dan seringkali dibuat dari tali, kabel atau anyaman dan perlengkapan keras pengunci. nah, bagi kalian yang membutuhkan body harnes silahka merujuk ke situs kami http://www.gardasafetyjakarta.com, diama, kami jual body harnes dan perlengkapan lainnya, atau kalian juga dapat ke toko kami TOKO GARDA SAFETY JAKARTA.

Cara mengecek sabuk tubuh atau inspeksi body harness dapat dibagi menjadi sejumlah bagian pemeriksaan:

1. Pemeriksaan full body harness
Pemeriksaan webbing
a. Pegang webbing dengan kedua tangan dan lekuk webbing sampai berbentuk U. Cara ini bakal mengungkap robekan besar dan serat yang rusak.

b. Ulangi cara ini untuk seluruh bagian unsur webbing. Periksa ujung yang menjuntai (frayed edges), serat yang rusak, jahitan yang tertarik, robekan, bekas bakar, tanda ultraviolet dan kerusakan sebab zat kimia.

Pemeriksan D-rings atau back pad
a. Periksa D-ring dari penyimpangan, retak, rumpal, karatan dan ujung yang tajam

b. Cek back pad D-ring terhadap firasat kerusakan

Pemeriksaan buckle attachment
Periksa apakah terdapat bagian yang rusak, serat yang terkelupas, dan jahitan yang robek

Pemeriksaan quick connect buckles
a. Periksan mating buckle dari peyimpangan

b. Periksa unsur luar dan tengah dari permukaan unsur serta pastikan mereka lurus

c. Periksa ujung dan attachment points di tengan dari bar

d. Periksan dan bersihkan debu yang tersembunyi salah satu titik hubung dari buckle-buckle

e. Periksa dari karat dan lubang yang parah

2. Pemeriksaan konektor

Pemeriksaan karabiner, snaphook dan lain-lain

a. Periksa secara teliti terhadap retakan apapun, karat atau permukaan berlubang serta pembiasan apapun di hook.

b. Periksa apakah duduk kait pengaman (safety latch seats) di dalam rongga mempunyai efek menempel atau mengikat (misal tidak macet di dalamnya). Bagian tersebut juga jangan terhalang atau mempunyai penyimpangan

c. Pastikan pegas pengait tidak bobrok dan tenaga yang dikeluarkan guna membuka sudah lumayan untuk memblokir kait dengan kuat

3. Pemeriksaan lanyard dan energy absorbers

Thimble

a. Periksa bahwa thimble diposisikan pada mata dari tambatan

b. Periksa apakah tambatan (splice) tidak mempunyai titik yng longgar atau bekas potong pada untaian

c. Periksa apakah ujung dari thimble bebas dari ujung yang tajam, pembiasan atau retak.

Tali lanyard

a. Periksa tali lanyard dari ujung ke ujung untuk menyaksikan apakah terdapat tanda dari robek, rusak, serat yang keluar

b. Periksa apakah tali lanyard terbelenggu dalam simpulan

c. Periksa firasat yang dapat diamati dari evolusi diameter pribumi tali, urusan ini menunjukan unsur tersebut merasakan pelemahan sebab beban ekstrim.

Webbing lanyard

a. Periksa dari goresan dan kehancuran dengan teknik menekuk webbing dengan perlahan dan simaklah setiap sisi dari lanyard

b. Periksa dari kehancuran pada unsur jahitan

c. Periksa firasat pembengkakan, evolusi warna, robek, retak. Hal ini adalahtanda dari kerusakan dampak zat kimia ataupun panas.

Lanyard dengan energy absorber
a. Uji lanyard jenis ini dengan cara yang sama sebagaimana telah diterangkan untuk webbing lanyard.

b. Penting untuk mengecek tanda-tanda pendahuluan dari indikator atau tanda peringatan. Tanda ini ialah tanda yang terbit ketika absorber aktif dampak menahan beban jatuh. JIka menyaksikan tanda ini, lanyard ini mesti dibuang

Lanyard dengan wire rope

a. Periksa tali lanyard dengan memutar unsur itu

b. Periksa apakah terdapat bagian robek, tertekuk, lokasi using, atau pola pemakaian yang tidak biasa pada wire (kawat). Untaian yang bobrok akan diceraikan dari tubuh lanyard.

Energy absorber

a. Bagian pelindung luar mesti dicek bersangkutan dengan firasat lubang, terpotong, atau tergores.

b. Periksa jahitan pada lokasi dijahit atau dihubungkan pada D-rings, tali atau lanyards. Cek apakah jahitan itu longgar, robek atau rusak

c. Periksa firasat apakah absorber itu ada firasat pernah aktif dampak beban jatuh

Leave a Comment